Saat Mendapat Diagnosis Lupus 5/5 (1)

Lupus CareInfo Publik

saat-mendapat-diagnosis-lupus

Lisa Kurnia Sari

RSUP Dr Sardjito / FKKMK UGM

Apa yang dirasakan saat pertama kali terdiagnosis lupus? Tak percaya? Sedih? Marah? Putus asa? Jangan khawatir. Hal tersebut ternyata wajar. Berbagai macam reaksi terjadi saat mendapatkan diagnosis penyakit yang dianggap “berat” dan “misterius”. Odapus akan mencari tahu, apa itu lupus? Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah menular? Apakah diturunkan? Apakah bisa sembuh? Berbagai macam pertanyaan timbul mengenai lupus, juga berbagai keraguan juga muncul, mengenai hal-hal apa yang akan terjadi berikutnya.

Menurut Kubler-Ross dan Kessler, terdapat 5 fase saat seseorang mengalami kesulitan. Fase tersebut adalah denial (penyangkalan), anger (marah), bargaining (tawar-menawar), depresion (depresi), dan acceptance (penerimaan). Pertama terdiagnosis, odamun bisa menyangkal diagnosisnya, tak percaya kalau terkena autoimun. Selanjutnya, orang tersebut bisa marah karena apa yang dialaminya. Fase selanjutnya adalah tawar-menawar, bisa kepada Tuhan, di mana seseorang akan melakukan suatu hal bila tak terdiagnosis autoimun. Bila gangguan autoimun menetap, odapun bisa mengalami depresi. Odamun dilanda kesedihan atas keadaannya. Fase ini bisa berlangsung dalam waktu yang berbeda-beda pada masing-masing individu. Fase terakhir adalah fase penerimaan. Saat memasuki fase ini, kehidupan kembali berjalan dengan baik, karena seseorang sudah menyadari kenyataan yang ada.

Autoimun merupakan penyakit yang bisa dikendalikan. Odamun merupakan orang yang paling berperan dalam menjaga kesehatannya. Dokter pemerhati lupus memberikan saran pengobatan. Lingkungan, sahabat, keluarga, maupun supporting group, dapat memberikan dukungan. Semua kehidupan ada dalam rencana Tuhan. Kita hanya merupakan makhluk dunia yang takluk pada rencana-Nya.

Hidup lebih baik saat kita menerima keadaan, menerima kekurangan dan kelebihan. Hidup ini adalah anugerah dari Tuhan, untuk kita manfaatkan dan kita isi sebaik-baiknya. Pasrah diri kepada Tuhan yang menciptakan kita, menjadikan keadaan semakin indah. Menerima keadaan bukan berarti tidak berusaha, namun memasrahkan diri dan usaha kita dalam kehendak Tuhan. Tetaplah semangat, bersyukur dalam menjalani kehidupan yang ada!

Please rate this

Komentar