Lupus dan Infeksi No ratings yet.

Lupus CareBanner, Info Publik

lupus-dan-infeksi

Lisa Kurnia Sari

RSUP Dr Sardjito / FKKMK UGM

Lupus dan infeksi kadang bisa berkaitan. Mengapa? Gejala lupus yang “flare” (kumat) kadang menyerupai gejala infeksi. Infeksi bisa mencetuskan lupus. Selain itu, obat-obatan lupus ada yang meningkatkan risiko infeksi. Infeksi juga bisa sedemikian berat bila tak ditanggulangi sejak dini.

Dari mana asal infeksi tersebut? Yang namanya infeksi, tentu saja akibat adanya “makhluk asing”. Makhluk asing yang membahayakan bagi tubuh dapat menimbulkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh seharusnya menyerang “makhluk asing”ini. Pada lupus, sistem kekebalan tubuh justru menyerang “teman” nya sendiri. Salah sasaran, deh!

Bagaimana cara membedakan apakah itu infeksi atau lupus? Tentu saja dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan melalui wawancara singkat (anamnesis), pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang (laboratorium atau pemeriksaan lain). Bersikap terbuka dengan dokter pemerhati lupus diperlukan, karena infeksi ini bisa ringan, namun bisa juga bahaya. Sebisa mungkin, cegahlah infeksi yang terjadi pada odapus.

Saat awal, biasa dokter akan melakukan penapisan (screening) untuk infeksi. Tuberkulosis merupakan salah satu infeksi yang perlu diwaspadai, terlebih untuk pasien yang mendapatkan imunosupresan. Selain itu, hepatitis B, hepatitis C, juga perlu diperiksa. Imunosupresan juga dapat mencetuskan herpes zooster (dompo) maupun jamur. Infeksi toksoplasmosis dan cytomegalovirus (CMV) yang semula tidak aktif bisa menjadi aktif.

Pahami cara penularan berbagai penyakit, sehingga kita bisa menghindarinya. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi yang menular lewat udara (misalnya  influenza). Pakailah masker bila diperlukan. Makanlah makanan yang terjamin kebersihannya, yang tidak potensial menjadi sumber penularan penyakit. Jaga kebersihan diri, termasuk kulit, rambut, saluran kencing dan bagian genital. Jaga kebersihan lingkungan supaya tak menjadi sarang kuman. Penggunaan antiseptik bila kontak dengan material yang potensial menyebarkan infeksi juga bisa dilakukan. Jangan terlalu takut, karena tidak semua penyakit itu menular, dan tidak semua penyakit menular itu penularannya mudah. Imunisasi juga bisa untuk dilakukan dalam keadaan tertentu. Konsultasikanlah hal ini dengan dokter pemerhati lupus Anda!

Singkat cerita, infeksi merupakan hal yang perlu diwaspadai oleh odapus, namun odapus juga tak perlu takut berlebihan dengan infeksi ini. Infeksi sebisa mungkin dicegah, dan diatasi sejak dini. Mencegah penularan, imunisasi, serta deteksi dini diperlukan untuk menanggulangi infeksi pada lupus.

Please rate this

Komentar