Gangguan Autoimun dan Pengobatan Alternatif Komplementer 3/5 (4)

Lupus CareInfo Publik

pengobatan-alternatif-komplementer

Lisa Kurnia Sari

RSUP Dr Sardjito / FKKMK UGM

Saat mendapatkan diagnosis autoimun, tentu upaya untuk kesembuhan ingin dicapai, apa pun metodenya. Berbagai macam metode pengobatan ditawarkan, baik terapi konvensional maupun alternatif komplementer. Bagaimana sebaiknya pemilihan pengobatan yang tepat? Mana pengobatan yang paling sesuai? Benarkah mengkonsumsi obat dokter dalam jangka waktu panjang dapat mengganggu ginjal? Benarkah obat-obatan dokter menyebabkan ketergantungan? Benarkah obat-obatan herbal aman? Apakah boleh menghentikan obat sendiri bila keadaan sudah baik?

Pengobatan alternatif komplementer ini bisa berupa ramuan (herbal) dan bukan ramuan (misalnya akupuntur, bekam, latihan spiritual). Ditinjau dari asalnya, pengobatan ini meliputi pengobatan tradisional, pengobatan dari luar, atau akulturasi antara keduanya. Prinsip utama yang mesti dipegang adalah individu merupakan makhluk yang unik. Orang dengan autoimun (Odamun) yang satu berbeda dengan odamun lain.

Manusia merupakan satu kesatuan yang holistik, Bio-psiko-sosio-kulturo-spiritual. Kesembuhan bisa ditinjau dari berbagai sisi di tersebut. Seseorang bisa saja sembuh secara fisik, namun merasa “sakit” karena didera kesedihan. Seseorang bisa juga masih belum baik kesehatannya, namun berada dalam keadaan optimis dan pasrah diri kepada Tuhan, sehingga bahagia secara rohani. Peningkatan spiritualitas dengan latihan pasrah diri ternyata juga dapat berpengaruh baik untuk lupus. Metode latihan pasrah diri ini dikembangkan di RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan diteliti oleh Dr. dr. Deddy Nurwachid Achadiono, SpPD-KR, pada odapus.

Klaim metode pengobatan yang memberikan janji-janji berdasarkan testimoni perlu disaring secara bijak. Kesembuhan yang diklaim berdasarkan testimoni seseorang, belum tentu cocok untuk orang lain. Obat alternatif seringkali menggunakan bukti berdasarkan klaim dan testimoni. Kedokteran konvensional menggunakan metode kedokteran berbasis bukti (evidence based medicine), yang telah diuji menggunakan metode ilmiah. Penelitian pada sekelompok orang dilakukan, di mana hasil tersebut dilaporkan dan mesti dipertanggungjawabkan.

Obat herbal sebenarnya juga mempunyai keuntungan dan efek samping. Bahkan kadang-kadang ada obat yang dikatakan herbal, namun mengandung bahan kimia obat. Obat herbal yang dengan sengaja dicampur obat konvensional ini bisa berbahaya karena dosis dan efek sampingnya tak dapat terkontrol. Obat herbal ada yang sudah terbukti baik bagi autoimun. Ciplukan (Physallis angulata), dapat memperbaiki skleroderma. Kurkuminoid dari kunyit dan temulawak juga terbukti mengurangi peradangan. Beberapa obat herbal justru dapat meningkatkan sistem imun sehingga mungkin bisa berbahaya.

Sepanjang “do no harm” (tidak membahayakan), pengobatan alternatif komplementer pada dasarnya merupakan terapi pendamping, dan berjalan bersama terapi utama, bukan sebagai pengganti, kecuali atas petunjuk dokter pemerhati lupus. Odamun perlu berterus terang kepada dokter pemerhati lupus mengenai terapi yang digunakan. Sebaiknya, penggunaan obat alternatif-komplementer ini dikonsumsi dalam pengawasan dokter pemerhati autoimun, sehingga terapi bisa holistik dan komprehensif.

Please rate this

Komentar